Chapter 9 - Pengurus Rumah?
Hari ini adalah hari Sabtu. Selama seminggu ini aku jarang berangkat ke sekolah karena sebagian besar waktuku dihabiskan di rumah sakit.
Aku dengar pengurus rumah tangga¹ baru akan datang minggu depan, tapi hari ini ia akan datang untuk menyapa. Mungkin ia hanya ingin memperkenalkan diri sebelum benar-benar bekerja.
Aku memeriksa jam tanganku dan sekarang jam 11:01. Aku dengar ia akan datang jam 11.00, seharusnya ini sudah waktunya.
Begitu aku memikirkan ini, suara bunyi lonceng terdengar.
Aku melihat jam tanganku lagi, jarum detik baru saja melewati angka dua belas.
“Dia tepat waktu.” kata ibuku dan menuju pintu depan.
....Eh, kok lama sekali, dan saat aku memikirkan itu, dia kembali.
Ketika dia kembali, aku melihat raut wajah ibu menjadi lembut dan itu tak bisa kutebak maksud di baliknya.
Selagi aku memikirkan situasi aneh ini, seseorang yang mengikuti di belakangnya, masuk ke dalam. Dialah pengurus rumah tangga yang baru. Aku akhirnya mengerti alasan wajah lembut ibu ketika aku memeriksa orang itu.
Dia adalah wanita rambut abu-abu tanpa ekspresi. Wajahnya kelas atas di dunia ini. Jika aku harus menggunakan analogi, dia adalah orang yang tepat untuk digambarkan sebagai boneka dengan seni terbaik.
........ tapi entah kenapa dia mengenakan seragam maid
Padahal rumah ini hanya meminta pengurus rumah, bukan pembantu. ... Kenapa dia datang ke sini dengan pakaian maid?
Ibuku menatapnya dengan lembut, menuntunnya duduk di kursi dan menawarinya minuman.
“Terima kasih.”
Suara pelayan itu sangat indah dan mudah didengar.
“Um, tepatkah saya memanggilmu Marian Jerez Kojo-san?”
“Ya, itu benar, Madam. Dan ini daftar riwayat hidup saya.”
“Oh iya terima kasih banyak, sebelumnya itu, saya pemilik rumah Yoko Hadano dan ini anak saya Kohaku Hadano².”
“Tolong jaga aku di masa depan.”
Saat aku menyapanya, Kojo-san membungkuk dengan sangat indah sampai-sampai aku terpesona dibuatnya.
Melirik ke samping, meski aku bertingkah buruk, aku melihat ibu memeriksa daftar riwayat hidup yang dia terima.
“Hebat sekali, Anda lulus dari Akademi Militer Pertama Nasional. Setelah lulus, Anda berada di militer ........ selama sepuluh tahun!”
“Ya, saya masuk sekolah ketika saya berusia sebelas tahun, lulus pada usia lima belas tahun, dan menjadi tentara selama sepuluh tahun setelah itu, kemudian keluar dari militer dan sekarang saya bergabung dengan Layanan Rumah Tangga Minahashi.”
Kenapa harus menjadi pengurus rumah tangga? Aku dan ibu terdiam.
“Dalam urusan rumah tangga, saya tidak punya masalah dalam hal itu, karena saya sudah dilatih di dalamnya. Selain itu, selama saya di militer, saya juga disertifikasi sebagai Pengawal Kelas Satu, jadi saya yakin bahwa saya dapat berguna dalam menjaga madam dan tuan muda.”
Mungkin ia khawatir karena kami diam, jadi ia mencoba mempromosikan diri. ....Tidak, aku tidak yakin karena wajahnya masih tanpa ekspresi.
Pengawal kelas satu, orang yang memiliki sertifikasi profesional ini biasa aktif dalam mengawal pejabat pemerintah, dan seharusnya tidak mudah untuk meraih sertifikasi tersebut.
“Wow, luar biasa ....”
“Ini bukan apa-apa.”
“Bolehkah saya tahu kenapa Anda meninggalkan militer saat Anda berada di jalur elit?”
Kojo-san memejamkan matanya sejenak sebelum mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. Aku tidak tahu buku apa itu karena tertutup sampul.
“Alasannya adalah karena saya menemukan buku ini.”
“Boleh saya lihat?”
“Iya.”
Ibuku mengambil buku itu dan perlahan membukanya ....
“Ara, ini membuatku nostalgia.” kata Ibu dengan suara lembut.
Ketika aku mengintip isi buku dari sebelah ibu, apa yang di dalamnya adalah gambar manga seorang maid imut bersama seorang anak laki-laki ganteng.
“....Apa ini?”
“Kamu tidak tahu, Kohaku-kun? Padahal ini manga yang sangat populer lho.”
“Aku tidak tahu.”
Untuk menanggapi kata-kataku, Kojo-san angkat bicara.
“Judulnya The Maid's Master, manga ini sangat populer sekitar sepuluh tahun lalu.”
“Huh....”
Terus?
“Saya tidak tahu manga ini ada ketika baru dirilis dan belum lama saya membacanya.”
“Huh...”
Terus?
“Awalnya, saya membacanya atas saran dari seorang kenalan, dan saat saya membacanya, saya tahu apa yang ingin saya lakukan.”
“..... Ha?”
“Apa yang ingin saya lakukan bukanlah untuk mengabdi pada negara saya, tetapi untuk melayani majikan yang saya akui selama sisa hidup saya. Begitu saya mengerti saya tidak harus melanjutkan di militer, saya segera keluar dari tentara dan mulai melatih diri saya sendiri sehingga saya dapat menemukan majikan kapan saja. Dan kini setelah saya menyelesaikan pelatihan saya, sebagai salah satu cara untuk menemukan majikan untuk dilayani, saya bergabung dengan perusahaan tempat saya sekarang bekerja saat ini.”
....Jadi dengan kata lain, orang ini menjadi maid di bawah pengaruh buku manga yang ia baca? ... Yang benar saja? Jika aku melihat spesifikasinya saja, itu level luar biasa, menurutku orang ini terlalu nekat.
“Jadi, apakah itu berarti Anda akan berhenti dari pekerjaan Anda ketika Anda menemukan majikan anda?”
Ibuku bertanya padanya apa yang ingin kutanyakan. Jadi aku hanya menyimak.
“Tidak.”
Jawaban Kojo-san sangat mengejutkan.
“Saya sudah menemukannya sekarang, Master yang ingin saya layani. ”
Dia berkata dan menatapku dengan mata peraknya.
“....Hmm?”
“Tolong jadikan saya pelayan Anda, Kohaku-sama. Sejak saya melihat Anda, saya yakin persis apa harus saya putuskan.”
“Um, apa maksudnya ini?”
“Bahwa anda adalah tuanku.” katanya.
Dia meraih tanganku dengan gerakan elegan, dan menjatuhkan bibirnya ke punggung tanganku.
Saat aku melihat wajahnya, kulitnya yang putih agak kemerahan.
... Tapi maaf karena membuat kalian semua yang bersemangat membaca ini menjadi kecewa, tapi ini mungkin hanya imajinasiku.
————
Catatan penerjemah
1. Saya kira pembantu, ternyata dia cuma pengurus rumah tangga (housekeeper), sorry kawan terdapat kesalahan ketika saya menerjemahkan raw, agak ambigu artinya.
2. Ralat nama Amber => Kohaku
